Nama : Nurrohmah Arum Mulyandini
Npm : 16213697
Kelas : 3EA03
PENGARUH
KELAS SOSIAL DAN STATUS
Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata ( lapisan )
orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum ( rangkaian kesatuan ) status
sosial. Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang
yang secara sendidi-sendidi atau bersama-sama memiliki kedudukan social yang
kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama akan berada
pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.
Dalam kehidupan setiap individu, masing-masing memiliki
perbedaan yang cukup beragam. Setiap orang dapat membedakannya melalui
kelas-kelas tertentu yaitu : kelas bawah, menengah, dan kelas atas. Perbedaan
yang muncul terkadang membuat kita merasa ada yang kurang dari diri sendiri
atau suatu ketidak kepercayaan. Apabila disangkut-pautkan dengan makna dari
bhineka tunggal ika bangsa Indonesia : "meskipun berbeda tetapi tetap
satu". Seharusnya kita bisa memaknai kalimat tersebut. Perbedaan yang lain
dapat dinilai dari fisik, keyakinan, ras, suku, agama, pendidikan, jenis
kelamin, usia, kemampuan, dsb.
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial
tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif,
ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial. Peneliti konsumen telah
menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup
tertentu ( kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama ) yang cenderung
membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.
Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam
kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua
mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena
tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan
memajukan diri.
Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya
hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih
tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang
lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang
ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.
Sedangkan yang dimaksud dengan status sosial adalah posisi
seseorang dalam suatu kelompok sosial atau kelompok masyarakat berkaitan dengan
hak dan kewajibannya. Adapun menurut Ralph Linton adalah sekumpulan
hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Jadi orang yang
memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur
masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
A. Pembangian
kelas sosial terbagi 3:
1. Berdasarkan
status ekonomi
- Menurut Aristoteles
kelas sosial dibagi menjadi :
· Golongan
sangat kaya
· Golongan
kaya
· Golongan
miskin
- Menurut
Karl Mark kelas sosial dibagi menjadi :
· Golongan
kapitalis
· Golongan
menengah
· Golongan
proletar
2. Berdasarkan
status social
Adalah adanya perbedaan pada penghormatan dan status mereka.
Misalnya kasta pada masyarakat Bali. Marga pada masyarakat Batak dan lain-lain.
3. Berdasarkan
status politik adalah perbedaan karena wewenang dan kekuasaan yaitu:
· eksekutif
· legislative
· yudikatif
B. Cara
memperoleh status
Disini ada 3 cara untuk memperoleh status diantaranya:
a. Ascribed status :
diberikan sejak lahir (jenis kelamin, gelar kebangsawanan, keturunan).
b. Achived status :
diperoleh karena usaha (gelar sarjana, dokter, pendidikan dll).
c. Assigned status :
diperoleh karena penghargaan (penghargaan Kalpataru)
C. Akibat
adanya status sosial dan kelas social
Karena disini terjadi perbedaan pada status sosial
masing-masing masyarakat maka timbulah konflik diantara mereka. Konflik-konflik
tersebut dapat digolongkan menjadi :
· Konflik
yang bersifat individu
Terjadi pada batin diri sendiri. Ini tejadi untuk menentukn
pilihan, misalnya apakah dia ingin menjadi ibu rumah tangga atau memutuskan
untuk menjadi wanita karir.
· Konflik
yang bersifat antar individu
Terjadi antara individu satu dengan yang lain. Misalnya,
konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam hal perebutan warisan.
· Konflik
yang bersifat antar kelompok
Terjadi antara kelompok satu dengan yang lain.
Pengaruh dari adanya kelas sosial terlihat dari pemenuhan
kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier. Untuk
masyarakat dengan kelas sosial yang tinggi maka mereka akan membeli
kebutuhannya dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan masyarakat yang
berkelas menengah dan rendah.
Jadi setiap individu dalam masyarakat memiliki status
sosialnya masing-masing. Status merupakan perwujudan atau pencerminan dari hak
dan kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status sosial sering pula disebut
sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok
masyarakatnya.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar